By Nurti Ningsih
Mengenal & Memahami Prase
Prase (phrase)
berbeda dengan kata (word). Justru word menjadi pembentuk phrase itu. Kita akan
belajar memahami apa itu phrase,jenis-jenis phrase dan bagaimana phrase menjadi bagian dalam
menyusun sebuah kalimat.
A.
Pengertian Phrase
Sebuah phrase dapat terdiri
dari 2 buah kata, misalnya: a student, English book, high
level, dsb - dan, 3 buah kata atau lebih, misalnya:
- A
cute baby
(3 buah kata)
Masing-masing pembentuknya adalah: Article (a), Adjective (cute) dan Noun (baby) - a
very cute baby
(4 buah kata)
Masing-masing pembentuknya adalah: Article (a), Adverb of Quality (very), Adjective (cute) dan Noun (baby)
Contoh lain sebuah phrase
dimana ada 2 buah kata yang salah satu pembentuknya yaitu: Verb (Kata
kerja):
- Wait
for (2 buah kata)
Masing-masing unsur pembentuknya yaitu: Verb (wait) dan Preposition (for). Dalam hal ini, preposition /for/ berkedudukan sebagai Adverb bagi verb /wait/.
"A
phrase is a small group of words that forms a meaningful unit within a
clause."
bila diterjemahkan yaitu:
"Sebuah kelompok kecil kata-kata yang membentuk satu kesatuan makna dalam sebuah klausa".
bila diterjemahkan yaitu:
"Sebuah kelompok kecil kata-kata yang membentuk satu kesatuan makna dalam sebuah klausa".
Disini penting dipahami bahwa, Oxford
Dictionary telah mengatakan mengenai fungsi pembentukkan klausa
(clause) atas sebuah phrase. Klausa yang dimaksud adalah Kalimat. Jadi,
bukan klausa dalam arti gabungan 2 buah kalimat atau lebih (misalnya: compound
sentence, complex sentence dan compound-complex sentence
yang umumnya dipelajari). Untuk lebih jelas bagaimana Oxford Dictionary
juga mendefinisikan klausa, silahkan baca disini: http://www.oxforddictionaries.com/words/clauses.
"A
phrase is a small group of words that forms a meaningful unit within a
clause."
Lebih rinci lagi, situs English-Grammar-Revolution
mendefinisikan phrase sebagai berikut: "Phrases are groups
of words, without both a subject and a verb, functioning as a single part of
speech."Bila kita terjemahkan:
"Phrase
adalah kelompok kata-kata, tanpa subject dan verb - berfungsi sebagai bagian
utama dalam konteks berbicara".
Disini penting digaris bawahi dimana phrase
tidak terdiri dari sebuah subject dan sebuah verb.
Bila kita membaca dan memahami definisi
diatas, maka dapat kita tarik kesimpulan dari definisi/pengertian phrase sesungguhnya
seperti dibawah ini:
Phrase
adalah gabungan 2 buah kata atau lebih - dan, masing-masing kata
tersebut tidak berkedudukan sebagai Subject atau Verb - yang memiliki arti
tertentu sehingga dapat dipahami oleh mayoritas orang.
Dengan melihat definisi diatas maka, phrase:
- Gabungan 2 buah kata atau lebih
- Tidak berkedudukan sebagai Subject dan Verb
- Memiliki arti tertentu, dan
- Dapat dipahami oleh mayoritas orang (publik)
B.
Jenis-jenis Phrases
Phrase
memiliki aneka macam yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri dan
bagaimana kedudukan dan fungsinya dalam pembentukkan sebuah kalimat. Berikut
ini adalah jenis-jenis phrase secara baku yang ada dalam bahasan Grammar Bahasa
Inggris:-
- Noun Phrases
Contoh:
The English teacher was late yesterday.
(English Teacher adalah Noun Phrase) - Adjective Phrases
Contoh:
It's a very interesting picture.
(Very interesting adalah Adjective Phrase) - Adverbial Phrases
Contoh:
He walks so slowly.
(So slowly adalah Adverbial Phrase) - Prepositional
Phrases
Contoh:
I saw a cat under the tree.
(Under the tree adalah Prepositional Phrase)
Secara umum, kita juga
menemukan beberapa gabungan kata-kata lainnya yang membentuk phrase seperti: How
long, how many, what time (disebut Question Word Phrases),
juga antara lain: send one's a line, give a ring, dsb. (disebut Idiom)
dimana idiom tersebut terbentuk atas gabungan kata kerja
(verb) dan kata benda.
Secara garis besar, Idiom
adalah Ungkapan yang memiliki arti yang berbeda dengan aslinya, baik disusun
dari kata kerja + benda maupun kata-kata lainnya, misalnya: antara kata benda
dengan kata benda, contoh: cats and dogs (yang dapat
diterjemahkan sebagai: "hujan deras). Jadi Idiom berbeda dengan
phrase walaupun unsur pembentukkannya berasal dari 2 buah kata atau
lebih.
C.
Posisi dan Kedudukan
Phrase Dalam Sebuah Kalimat
Phrase tidak dapat berdiri
sendiri. Artinya, sebuah phrase bersifat dependent atau ketergantungan,
yakni, harus merupakan bagian dari sebuah kalimat utuh. Phrase dapat
ditempatkan didepan Verb atau sebagai Subject dalam sebuah kalimat, juga dapat
berkedudukan sebagai Object dan sebuah kalimat.
Contoh Noun phrase dalam sebuah
kalimat:
The old man entered the room.
(Old man bersama article /the/ berkedudukan sebagai subject dalam kalimat tersebut).
He told the old man information.
(Old man bersama article /the/ berkedudukan sebagai Indirect Object - Object-tak-langsung - dalam kalimat tersebut)
I love the old man.
(Old man bersama article /the/ berkedudukan sebagai Object dari verb /love/ dalam kalimat tersebut.
We work for a great company.
(Great Company bersama article /a/ berkedudukan sebagai Complement - Pelengkap - dalam kalimat tersebut)
The old man entered the room.
(Old man bersama article /the/ berkedudukan sebagai subject dalam kalimat tersebut).
He told the old man information.
(Old man bersama article /the/ berkedudukan sebagai Indirect Object - Object-tak-langsung - dalam kalimat tersebut)
I love the old man.
(Old man bersama article /the/ berkedudukan sebagai Object dari verb /love/ dalam kalimat tersebut.
We work for a great company.
(Great Company bersama article /a/ berkedudukan sebagai Complement - Pelengkap - dalam kalimat tersebut)
Berdasarkan contoh-contoh
phrase dalam kalimat diatas, dapat disimpulkan bahwa kedudukan Phrase dalam
sebuah kalimat adalah:
- Sebagai Subject (pelaku utama atau the doer)
- Sebagai Object (baik Indirect Object maupun Direct Object)
- Sebagai Complement (atau, pelengkap)
D. Phrases VS Sentence
Seperti bahasan awal dalam
halaman ini, prase berbeda dengan kalimat. Oleh karena:
Phrase (Prase) -> Tidak terdiri dari Subject dan Verb, sedangkan
Sentence (Kalimat) -> Wajib terdiri dari sebuah Subject dan sebuah Verb.
Phrase (Prase) -> Tidak terdiri dari Subject dan Verb, sedangkan
Sentence (Kalimat) -> Wajib terdiri dari sebuah Subject dan sebuah Verb.
Ketentuan diatas ini
merupakan hal yang pokok agar kita dapat membedakan mana phrase dan mana
sentence. Keduanya memiliki fungsi dan kedudukan berbeda - bahkan, phrase
merupakan bagian dari sebuah kalimat. Dengan kata lain, tanpa phrase kita
dapat meletakkan satu buah unit kata sebagai unsur pembentuk kalimat, baik kata
itu berbentuk pronoun (kata ganti) maupun noun (kata benda)
itu sendiri.
Contoh:
She is beautiful. (Dia cantik).
(/She/ adalah pronoun dan berkedudukan sebagai subject didalam pembentukkan kalimat tersebut)
The pretty woman is my wife
(Perempuan cantik itu adalah istriku).
She is beautiful. (Dia cantik).
(/She/ adalah pronoun dan berkedudukan sebagai subject didalam pembentukkan kalimat tersebut)
The pretty woman is my wife
(Perempuan cantik itu adalah istriku).
Keterangan:
Dalam kalimat ini, pretty
woman adalah noun phrase dan juga berkedudukan sebagai subject dalam
pembentukkan kalimat tersebut.
Intinya, sebuah kalimat
berbeda dengan sebuah phrase. Justru phrase adalah unsur pembentuk kalimat.
Disini bisa lebih jelas betapa phrase membutuhkan unsur lain agar dapat
digunakan dalam sebuah konteks (misalnya kalimat), tanpa unsur lain, maka
phrase tidak dapat berdiri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar